Wednesday, November 9, 2016

Furniture Minimalis , fungsi Maksimalis

Pagi hari yang produktif biasanya aku dan penghuni rumah lainnya sama sibuknya, jalan sering tabrakan, barang-barang pindah dari tempatnya , yang tadinya mau cepet-cepet bisa jadi lelet-lelet . Huuh…ngerusak mood duluan kan pagi-pagi , gimana mau semangat aktifitas nanti siang ?
Kadang kepikiran sih,
Ini tuh , rumahku yang kekecilan ? tapi kalau beli rumah lagi yang lebih besar udah jelas besar harganya alias mahal
Atau rumahku penghuninya yang kebanyakan ? bisa dikurangin sih, tapi kita tinggal gak sekeluarga lagi dong, ih sedih banget
oh..atau perabotannya yang kebanyakan? Kebesaran? Harus dikecilin atau harus dikurangin ya? Atau harus ganti pakai furniture dekorasi rumah minimalis yang lagi diskon di MatahariMall.com ?
Ok! Pilihan yang ketiga dikunci, kayaknya daripada ganti rumah atau mengurangi penghuninya lebih baik ganti furniture aja, soal harga gak masalah karena MatahariMall.com kasih diskon besar-besaran buat furniture dekorasi rumah minimalis .


Tuesday, October 11, 2016

Sensasi Kertas

Orang bilang, kalau gak ngikutin jaman ya ketinggalan jaman, kudet (kurang update) atau kuno dan segambreng istilah lainnya , tapi kalau masalah selera orang ,masalah sensasi orang tentu gak bisa disamain :)

Tahun demi tahun angkanya memang selalu bertambah, jaman juga berubah ,  kita ada di era digital , dimana 8 dari 10 orang di mana-mana memegang Smartphone  , entah hanya untuk membalas pesan , membuka laman internet , mendengarkan musik, melihat dan mengambil foto.  Lewat benda berukuran 5-7 inch ini , kita bisa melakukan apa saja yang kita mau, ya sesuai namanya Smartphone.

'pintar'

Tanpa bermaksud fanatik atau tidak mau mengikuti jaman, bagi para penggemar hal-hal seperti mendengarkan musik atau membaca, aktifitas menggunakan smartphone ini pasti terasa bedanya. Mendengarkan musik dengan aplikasi online atau berbayar dalam Smartphone , hanya semudah menyentuhkan ujung jari dan lagu pun berputar sesuai keinginan, hanya dengan gerakan 1 jempol pula, kita dapat memilih lagu mana yang ingin kita putar ya semudah itu....

Tapi bicara sensasi, lain lagi

Thursday, September 1, 2016

Super September MatahariMall

Akhir bulan selalu akan disambung oleh awal bulan…
Yang meninggalkan  selalu akan digantikan…
Kesedihan berlalu , akan datang kesenangan…

Nah, jadi siapa yang merasa sedih meninggalkan akhir bulan ?
Gaji yang baru datang, pergi kembali
Awal bulan gigit jari
Ada yang begitu?
aku sih, aku ingin yang itu, aku ingin yang ini, ingin ini itu banyak sekali….. la…la…la…
Kemudian nyanyi.
Stop !
karena pas liat ini :


Monday, August 15, 2016

Jadi "Bridemaids" aja dulu, Jadi "Bride" kemudian

Beberapa hari lalu, media sosial sempat ramai dengan meme "17 tahun udah nikah , kalian yang 25++ dah ngapain aja?"
yhaaa...kurang lebih begitu bunyinya.

Tentu saja meme tersebut menimbulkan pro dan kontra, bagi yang pro menyetujui gagasan menikah muda dengan alasan-alasan yang kuat, yang kontra menyatakan umur bukan ukuran untuk menikah atau beberapa selebtweet menyikapi meme tersebut dengan tanggapan pribadi seperti, nikah itu kalau udah siap, kalau udah ada  calonnya dan lain lain dan lain lain.....

Gue bukan ingin menunjukan di pihak mana gue berdiri , di pihak pro atau kontra. Tulisan ini lebih ke isi pikiran aja, karena gue sendiri belum menikah dan bukan kapasitasnya gue untuk menggurui ini itu. Ini cuma tulisan yang ditulis dari seorang gadis 23 tahun yang masih sering kondangan tanpa partner atau beberapa kali bantuin yang nikahan (selanjutnya gue bahasain "bridemaids", padahal arti sebenernya sih pengiring pengantin :P )

Friday, August 12, 2016

The Girl On The Train (yang Ia lihat dari kereta)




Novel yang ditulis oleh Paula Hawkins ini cukup menarik minat baca gue hanya dari sampulnya 
*P.s  yang gue punya ini sampul versi novel Indonesia.
gambar yang terlihat adalah kompatemen kereta, dan bercak darah di tulisan THE GIRL ON THE TRAIN yang menggunakan efek panning, menandakan pergerakan kereta (dalam novel ini disebut commuter) yang cepat. 
Karena penasaran , gue baca bagian belakang yang menuliskan sinopsisnya : 

Rachel menaiki kereta komuter yang sama setiap pagi. Di pinggiran London , keretanya akan berhenti di sebuah sinyal perlintasan, tepat di depan rumah nomor lima belas . Tempat sepasang suami istri menjalani kehidupan yang tampak bahagia bahkan nyaris sempurna. Pemandangan ini mengingatkan Rachel pada kehidupannya sendiri yang sebelumnya sempurna .
Pada suatu pagi Rachel menyaksikan sesuatu yang mengejutkan . Hanya semenit sebelum kereta bergerak, tapi itupun sudah cukup . Kini pandangannya terhadap pasangan itu pun berubah. 


Poin plus ! sinopsisnya ok.
Poin plus ! akan difilmkan oleh DreamWorks bulan Oktober 2016.

Cocok lah buat bacaan di kosan, ok gue beli  dan novel ini pun masuk ke dalam tas plastik berbayar 200 rupiah .