Tuesday, October 11, 2016

Sensasi Kertas

Orang bilang, kalau gak ngikutin jaman ya ketinggalan jaman, kudet (kurang update) atau kuno dan segambreng istilah lainnya , tapi kalau masalah selera orang ,masalah sensasi orang tentu gak bisa disamain :)

Tahun demi tahun angkanya memang selalu bertambah, jaman juga berubah ,  kita ada di era digital , dimana 8 dari 10 orang di mana-mana memegang Smartphone  , entah hanya untuk membalas pesan , membuka laman internet , mendengarkan musik, melihat dan mengambil foto.  Lewat benda berukuran 5-7 inch ini , kita bisa melakukan apa saja yang kita mau, ya sesuai namanya Smartphone.

'pintar'

Tanpa bermaksud fanatik atau tidak mau mengikuti jaman, bagi para penggemar hal-hal seperti mendengarkan musik atau membaca, aktifitas menggunakan smartphone ini pasti terasa bedanya. Mendengarkan musik dengan aplikasi online atau berbayar dalam Smartphone , hanya semudah menyentuhkan ujung jari dan lagu pun berputar sesuai keinginan, hanya dengan gerakan 1 jempol pula, kita dapat memilih lagu mana yang ingin kita putar ya semudah itu....

Tapi bicara sensasi, lain lagi

Thursday, September 1, 2016

Super September MatahariMall

Akhir bulan selalu akan disambung oleh awal bulan…
Yang meninggalkan  selalu akan digantikan…
Kesedihan berlalu , akan datang kesenangan…

Nah, jadi siapa yang merasa sedih meninggalkan akhir bulan ?
Gaji yang baru datang, pergi kembali
Awal bulan gigit jari
Ada yang begitu?
aku sih, aku ingin yang itu, aku ingin yang ini, ingin ini itu banyak sekali….. la…la…la…
Kemudian nyanyi.
Stop !
karena pas liat ini :


Monday, August 15, 2016

Jadi "Bridemaids" aja dulu, Jadi "Bride" kemudian

Beberapa hari lalu, media sosial sempat ramai dengan meme "17 tahun udah nikah , kalian yang 25++ dah ngapain aja?"
yhaaa...kurang lebih begitu bunyinya.

Tentu saja meme tersebut menimbulkan pro dan kontra, bagi yang pro menyetujui gagasan menikah muda dengan alasan-alasan yang kuat, yang kontra menyatakan umur bukan ukuran untuk menikah atau beberapa selebtweet menyikapi meme tersebut dengan tanggapan pribadi seperti, nikah itu kalau udah siap, kalau udah ada  calonnya dan lain lain dan lain lain.....

Gue bukan ingin menunjukan di pihak mana gue berdiri , di pihak pro atau kontra. Tulisan ini lebih ke isi pikiran aja, karena gue sendiri belum menikah dan bukan kapasitasnya gue untuk menggurui ini itu. Ini cuma tulisan yang ditulis dari seorang gadis 23 tahun yang masih sering kondangan tanpa partner atau beberapa kali bantuin yang nikahan (selanjutnya gue bahasain "bridemaids", padahal arti sebenernya sih pengiring pengantin :P )

Friday, August 12, 2016

The Girl On The Train (yang Ia lihat dari kereta)




Novel yang ditulis oleh Paula Hawkins ini cukup menarik minat baca gue hanya dari sampulnya 
*P.s  yang gue punya ini sampul versi novel Indonesia.
gambar yang terlihat adalah kompatemen kereta, dan bercak darah di tulisan THE GIRL ON THE TRAIN yang menggunakan efek panning, menandakan pergerakan kereta (dalam novel ini disebut commuter) yang cepat. 
Karena penasaran , gue baca bagian belakang yang menuliskan sinopsisnya : 

Rachel menaiki kereta komuter yang sama setiap pagi. Di pinggiran London , keretanya akan berhenti di sebuah sinyal perlintasan, tepat di depan rumah nomor lima belas . Tempat sepasang suami istri menjalani kehidupan yang tampak bahagia bahkan nyaris sempurna. Pemandangan ini mengingatkan Rachel pada kehidupannya sendiri yang sebelumnya sempurna .
Pada suatu pagi Rachel menyaksikan sesuatu yang mengejutkan . Hanya semenit sebelum kereta bergerak, tapi itupun sudah cukup . Kini pandangannya terhadap pasangan itu pun berubah. 


Poin plus ! sinopsisnya ok.
Poin plus ! akan difilmkan oleh DreamWorks bulan Oktober 2016.

Cocok lah buat bacaan di kosan, ok gue beli  dan novel ini pun masuk ke dalam tas plastik berbayar 200 rupiah .

Monday, July 11, 2016

i'm not a traveler



Lokasi Foto : Pantai Belitung Sumatra Selatan

Indonesia itu Indah,
coba liat sekeliling kita aja , gak harus pergi jauh-jauh,
Tuhan sudah menyediakan keindahan yang sesungguhnya tanpa kita sadari dan tanpa kita minta.

Banyak orang disebut atau menyebut dirinya Traveler atau Backpacker karena sering berlibur, berpergian , dan berpetualang ke suatu tempat. Well, dengan sangat jelas gue bukan keduanya (Backpacker maupun Traveler) gue hanya orang dengan cetek pengalaman berpergian kesana-kesini, pergi kalau ada tiket murah, promo dan gratisan  Bahkan itupun gak wajib, gue juga bukan orang yang mewajibkan untuk berpergian untuk berlibur selepas kerja, sebagai pekerja office hours  yang dapat jatah cuti 12 hari dan libur sabtu, minggu , gue biasa menggunakannya untuk istirahat di Rumah, hang out , cari kegiatan baru, nemenin emak pergi dan nonton . Akun IG gue yang namanya @tan_aulika belum dipenuhi foto-foto landscape atau panorama level ribuan likes (yeeelaaaaah... ratusan juga gak nyampe) ya, cuma ada beberapa foto pas lagi jalan-jalan paling banyak 32 likes .______.

Seperti yang gue bilang tadi, trip gue tergantung beberapa faktor berikut :

1. Uang,
Karena gue tidak rajin menabung (jangan dicontoh ya adik-adik), gue biasanya baru mulai nabung kalau udah ketahuan destinasinya kemana, berangkat tanggal berapa. Makanya booking penginapan  atau tiket, sangat disesuaikan dengan isi kantong seadanya atau ya kalau rejeki bisa ditalangin sama temen yang mau trip juga :) 
Misalnya, jarak keberangkatan 1 bulan lagi ya mau gak mau 1 bulan gue baru nabung sekuat-kuatnya, 
Sungguh sangat terpujilah orang-orang yang sudah menyisihkan bagian dari penghasilannya dan menjadwalkan waktunya untuk trip . Bahkan ada beberapa teman gue yang  punya target dalam satu tahun dia akan kemana aja, dengan siapa, berapa dan kapan. Sungguh mereka ada dalam peringkat tagline "my trip my adventure"
Nah gue : belum ada tujuan, = belum nabung